Selasa, 19 Juli 2011

EMAS MELINDUNGI HARTA YANG SUDAH DIKUMPULKAN

Indonesia saat ini masih cukup rentan terhadap krisis. Krisis yang terjadi di Indonesia tahun 1998 menjadi bukti ambruknya sistem perekonomian di Indonesia. Masyarakat pada saat itu benar-benar menurun daya belinya akibat dampak jatuhnya nilai rupiah. Belum lagi krisis tahun 2008 yang sempat membuat Pemerintah panik sehingga banyak membuat kebijakan ekstra yang harus segera diambil untuk menjaga stabilitas perekonomian

Lalu bagaimana dengan harga emas pada saat itu?
Tahun 1998, harga emas juga sempat anjlok. Namun hanya dalam beberapa bulan saja, harga emas kembali menunjukkan trend harga yang tidak tanggung-tanggung. Sementara tahun 2008, harga emas masih menunjukkan ketangguhannya. Harga saat itu justru semakin meroket.

Lantas bagaimana dengan nilai rupiah atau dengan kata lain daya beli masyarakat?
Tentu saja cenderung menurun. Pemerintah dalam hal ini memegang peranan yang sangat penting. Dengan mengurangi subsidi BBM atau menaikkan harga BBM, maka dapat dipastikan harga barang-barang kebutuhan masyarakat sehari-hari juga akan naik. Kenaikan harga barang inilah yang mengakibatkan simpanan masyarakat dalam bentuk rupiah turun nilainya. Disinilah keuntungan memiliki tabungan dalam bentuk emas. Ketika terjadi inflasi, trend menunjukkan emas diburu oleh masyarakat yang menyebabkan nilainya cenderung selalu naik.

Atas dasar inilah, penting sekali untuk melindungi kekayaan yang susah payah dikumpulkan. Kalau tidak, masa depan yang telah dirancang saat ini akan berjalan tidak sebagaimana mestinya akibat ancaman inflasi yang ‘menyedot’ daya beli. Krisis merupakan siklus ekonomi yang pasti akan terjadi dalam jangka panjang. Emas (batangan) memberi alternatif yang riil untuk melindungi kekayaan Anda. Tanpa perlu pihak ketiga (misalnya broker untuk investasi saham) dan keahlian khusus untuk terjun kedalamnya. Namun yang perlu dipertimbangkan adalah untuk tidak ‘menaruh semua telur dalam 1 keranjang’ untuk mengantisipasi kebutuhan lainnya dalam jangka pendek

Sudah berapa gram tabungan emas Anda hari ini?


Tanya jawab :
1.      T : Mengapa emas tidak disarankan untuk dijual dalam jangka pendek, misalnya dalam jangka setahun?
J :  Karena dalam jangka singkat, nilai jual emas hanya memiliki keuntungan yang belum maksimal, meskipun disisi lain, konsistensi daya beli tetap terjaga
2.       T : Bagaimana cara emas melindungi nilai harta yang sudah dikumpulkan?
J : Dengan menyimpan sebagian uang dalam bentuk emas, maka nilai uang tersebut cenderung naik seiring kenaikan harga emas. Perlu dicatat bahwa harga kebutuhan senantiasa merangkak naik. Nah, ketika ingin membeli sesuatu di masa mendatang, selisih kenaikan harga barang tersebut bisa dihandle oleh selisih kenaikan harga emas.

Contohnya, dulu beli 1 ekor kambing berkualitas, cukup dengan 1 dinar (koin emas). Sekarang, dengan 1 Dinar, tetap bisa membeli 1 ekor kambing dengan kualitas super. Bandingkan dengan uang kertas. Dulu, kita sudah bisa beli 1 ekor kambing dengan harga Rp300.000,-. Sekarang, untuk membeli 1 ekor kambing dengan kualitas sama, harus merogoh kocek dalam-dalam (Sekitar Rp1.500.000)
3.       T : Mengapa rasanya kurang bijak jika semua harta di konversi menjadi emas?
J : Kembali ke pepatah, jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang.  Salah satu faktor pentingnya adalah karena emas tidak membuat kita SEMAKIN kaya tetapi emas membuat kita TETAP kaya. Lebih powerfull jika sebagian uang kita diinvestasikan ke instrumen yang bisa menghasilkan Cash flow dan profit yang relatif tinggi, misalnya Saham, property, dll

Untuk pertanyaan lainnya, contact admin via email

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar